pembelajaran sains abad 21
PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21
Latar
belakang
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang
mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap
berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. sistem
pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum
yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning)
menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning).
Tiga konsep pendidikan abad 21
telah diadaptasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
untuk mengembangkan kurikulum baru untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah
Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Ketiga konsep tersebut adalah 21st Century Skill. tiga konsep
tersebut diadaptasi untuk mengembangkan pendidikan menuju Indonesia Kreatif
tahun 2045. Adaptasi dilakukan untuk mencapai kesesuaian konsep dengan
kapasitas peserta didik dan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikannya.
Pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada
pendidik, berikut karakter pembelajaran abad 21 yang sering disebut sebagai 4
C, yaitu:
1.
Communication (Komunikasi)
Pada karakter ini,
peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi
yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan
multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk
mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya
maupun ketika menyelesaikan masalah yang diberikan oleh pendidik.
2.
Collaboration (Kerjasama)
Pada karakter ini,
peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan
kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja
secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya;
menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab
pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan
masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri
sendiri dan orang lain.
3.
Critical Thinking and Problem Solving
(Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah)
Pada karakter ini,
peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam
memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem.
Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha
menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga
memiliki kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan
menyelesaikan masalah.
4.
Creativity and Innovation (Daya
cipta dan Inovasi)
Pada karakter ini, peserta didik
memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan
gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap
perspektif baru dan berbeda.
peralihan
sistem pembelajaran, pada abad ini pun terjadi pergeseran tujuan pendidikan
dimana pada abad ke 19 yang dikenal sebagai era industri, penyelenggaraan
pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan orang dalam dunia sederhana,
statis/linier, dan predictable (dapat diramalkan). Dampak dari pola
pendidikan ini adalah kemampuan output yang standar sehingga kecakapan yang
dimiliki merupakan kecakapan standar.
Pada
abad 21 bisa disebut sebagai era pengetahuan, maka tujuan pendidikannya
pun adalah:
1.
mempersiapkan orang dalam dunia pasang surut,
dinamis, unpredictable (tidak bisa diramalkan).
2. perilaku
yang kreatif.
3. membebaskan
kecerdasan individu yang unik, serta.
4.
menghasilkan inovator.
Dengan
demikian, model pembelajaran di sekolah pada abad 21 mengharapkan
pendidikan dapat menjadikan individu-individu yang mandiri, sebagai pelajar
yang mandiri. Seiring berubahnya sistem pendekatan pembelajaran abad 21 tugas
dan peranan pendidik memiliki pengaruh dalam proses pembelajaran. Pada abad 21
diperlukan individu-individu yang menguasai keterampilan-keterampilan, yang
meliputi: cerdas intelektual, cerdas vocational, cerdas emosional, cerdas
moral, dan cerdas spiritual. Oleh karena itu tantangan pendidik adalah
menjadikan peserta didik di sekolah saat ini menjadi individu cerdas yang
mandiri, unggul, dan tangguh yang mampu bertahan di abad 21. Sehingga inovasi
dalam bidang pendidikan sangat diperlukan. Inovasi tersebut dapat diawali
dengan mengubah paradigma mengenai pendidikan itu sendiri ke arah
yang lebih baik.
Oleh
karena itu, pendidik dan tenaga kependidikan perlu memiliki kualifikasi yang
dipersyaratkan, kompetensi yang terstandar serta mampu mendukung dan
menyelenggarakan pendidikan secara profesional. Khususnya guru sangat menetukan
kualitas output dan outcome yang dihasilkan oleh sekolah karena dialah yang
merencanakan pembelajaran, menjalankan rencana pembelajaran yang telah dibuat
sekaligus menilai pembelajaran yang telah dilakukan (Baker&Popham,2005:28).
Perubahan pembelajaran abad 20 dan abad 21
Jenis
|
Pembelajaran Abad 20
|
Pembelajaran Abad 21
|
Lingkungan
|
Berpusat pada pendidik
|
Berpusat pada peserta didik
|
Aktivitas
Kelas
|
Pendidik sebagai sentral dan bersifat didaktis
|
Peserta didik sebagai sentral dan bersifat
interaktif
|
Peran
Pendidik
|
Menyampaikan fakta-fakta, pendidik sebagai ahli
|
Kolaboratif, kadang-kadang peserta didik sebagai
ahli
|
Penekanan Pengajaran
|
Mengingat
fakta-fakta
|
Hubungan antara informasi dan temuan
|
Konsep Pengetahuan
|
Akumulasi fakta secara kuantitas
|
Transformasi fakta-fakta
|
Penilaian
|
Soal-soal
pilihan berganda
|
Protofolio,
pemecahan masalah, dan penampilan
|
Penampilan Keberhasilan
|
Penilaian
acuan norma
|
Kuantitas
pemahaman, penilaian acuan patokan
|
Penggunaan Teknologi
|
Latihan
dan praktek
|
Komunikasi,
akses, kolaborasi, ekspresi
|
Dari tabel diatas maka, pendidik harus mengubah paradigma pembelajaranya agar
peserta didik memiliki kemampuan di abad 21, yaitu:
1. Pendidik
sebagai pengarah menjadi sebagai fasilitator, pembimbing dan konsultan.
2. Pendidik
sebagai sumber pengetahuan menjadi sebagai kawan belajar.
3. Belajar diarahkan
oleh kurikulum menjadi diarahkan oleh siswa-kulum.
4. Belajar
terjadwal secara ketat dengan waktu terbatas menjadi belajar secara terbuka,
ketat dengan waktu fleksibel sesuai keperluan.
5. Belajar
berdasarkan fakta menjadi berdasarkan projek dan survei.
6. Bersifat
teoritik, prinsip dan survei menjadi dunia nyata, refleksi prinsip dan survei.
7. Pengulangan
dan latihan menjadi penyelidikan dan perancangan.
8. Aturan dan
prosedur menjadi penemuan dan penciptaan.
9. Kompetitif
menjadi collaboratif.
10. Berfokus
pada kelas menjadi berfokus pada masyarakat.
11. Hasilnya
ditentukkan sebelumnya menjadi hasilnya terbuka.
12. Mengikuti
norma menjadi keanekaragaman yang kreatif.
13. Komputer
sebagai subjek belajar menjadi peralatan semua jenis belajar.
14. Presentasi
dengan media statis menjadi interaksi multimedia dinamis.
15. Komunikasi
sebatas ruang kelas menjadi tidak terbatas.
16. Tes diukur
dengan norma menjadi unjuk kerja diukur pakar, penasehat dan teman sebaya.
Berdasarkan uraian penjelasan diatas, maka timbul
pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah pembelajaran
abad 21 menjadi acuan perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013?
2. Dalam kondisi
dilapangan kebanyakan pendidik (guru) kesulitan dalam proses pembelajaran
prangkat pembelajaran. Seandainya anda menjadi kepala sekolah atau kepala dinas
tindakan apa yang anda lakukan.
3. Pembelajaran
abad 21 menitik beratkan kepada kemampuan siswa dalam tiga aspek kognitif,
psikomotor dan apektif. Bagaimana cara guru mengatasi siswa yang memiliki
kendala dari ke tiga hal tersebut?
Terimah kasih untk ulasan a..
BalasHapusSaya ingin mendiskusikan pertanyaan no 2. Jika saya d amanatkan menjadi kepsek maka tindakan yg saya lakukan adalah mngadakan trening untk guru trsbut dan mendatangkan tutor yg bisa mmbatu guru agar lebih memahami perangkt pembelajaran dan jga mengawasi plaksanaan nya hingga guru trsbt mampu mnguasi perangkat pmbeljaran dan mngajarkan nya kpda peserta didik. Sekian..
Menanggapi pertanyaan nomor 1. Apakah pembelajaran abad 21 menjadi acuan perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013?
BalasHapusBetul. Kurikulum KTSP belum sepenuhnya terpusat ke siswa, tapi masih terpusat pada guru dan siswa (teacher-student centered). Sedangkan K13 sudah berpusat ke siswa (student centered) sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21.
Terkait pertanyaan pertama, saya ingin ikut berdiskusi mengenai hal ini. Menurut saya benar perubahan ktsp menjadi k13 didasarkan pada perubahan pembelajaran abad 21. Karena pembelajaran abad 21 berpusat pada siswa sedangkan ktsp blm mencakup hal tersebut. Selain hal itu, ada beberapa hal lagi yg mendasari nya.menurut saya begitu..
BalasHapusjika dilihat dari kondisi sosial tentunya perubahan kurikulum merupakan jawaban dari diskusi para parar untuk melihat manfaat yang diterima. seperti kita ketahui bahwa K13 pembelajaran berpusat pada peserta didik, hal itu di upayakan supaya peserta didik dapat memaknai pembelajaran. dapat kita simpulkan perubahan kurikulum tersebut mengikuti tuntutan dan tantangan zaman pada abad ke 21.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Terkait pertanyaan No 2.
BalasHapusjika Delapan standar nasional pendidikan telah terpenuhi dengan baik, maka secara otomatis dapat menyelesaikan masalah yang anda sampaikan diatas.
Terima kasih
tanggapan saya untuk pertanyaan no 2.
BalasHapusyaitu dengan cara mengadakan pelatihan atau diklat secara rutin dalam mempelajari cara membuat perangkat mengajar atau hal-hal lain yang bersipat pendidikan, serta mengevaluasi kinerja guru agar berjalan dengan baik sebagai mana mestinya.
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan nonor 1. apakah Pembelajaran abad 21 menjadi acuan perubahan ktsp ke k13 ?
Kalau menurur saya di dalam k 13 itu sudah sesuai dengan sistem pembelajaran di era modern ini..Pada abad ke-21, siswa harus benar-benar terlibat dalam proses pembelajaran, hal ini membutuhkan penggunaan alat-alat teknologi dan sumber daya, keterlibatan dengan proyek yang menarik dan relevan, serta lingkungan belajar termasuk lingkungan online yang mendukung dan aman. Pada abad ke-21, pendidik harus diberikan dan siap untuk menggunakan alat-alat teknologi, mereka harus mengkolaborasikan dalam belajar secara terus menerus serta mencari pengetahuan dan memperoleh keterampilan baru bersama siswa.
Terima kasih
Trtarik untuk sharing no 2. Artinya disini berbicara lembaga, tepat nya ketua lembaga pendidikan. Jadi peran kepala sekolah maupun kepala dinas harus nertindak. Sesuai koridornya, bertindak untuk memperbaiki kekurangan yg belum tercapai, kejarlah kemajuan dan libatkan smua elemen dalam pelaksanaanya. Slam edukasi
BalasHapusArtinya disini perbaikan sarana prasarana dan pemerataan pendidikan sains harus terpenuhi supaya tjuan tercapai
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya akan mencoba menjawabpertanyaan nomor 1.
BalasHapusiya ,pembelajaran abad ke 21 menjadi penyebab terjadinya perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013,karena pada abad ke 21 dizaman serba modern persaingan bukan lagi dibidang tekhnologi tetapi juga di bidang budaya.yang mula pada KTSP hanya berpokus pada kognitif sehingga dengan adanya kurikulum 2013 yang menitik beratkan kepada pembentukan karakter siswa dengan pendekatan saintifik dengan menghasilkan siswa yang berkarakter,berahlak cerdas dalam materi pembelajaran maupun cerdas dalam hal keagamaan.