MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS




MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KHAS SAINS
a.       Pengertian model
Model dapat diartikan sebagai bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu. Pengertian model pembelajaran menurut Syaiful Sagala (2005: 175) sebagaimana dikutip oleh Indrawati dan Wanwan Setiawan (2009: 27), mengatakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.

b.      Ciri-ciri model pembelajaran
Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah :
  1. Rasional teoritik yang logis.
  2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
  4. Lingkungan belajar atau kondisi sekolah.
c.       Model-model pembelajaran khas sains
1.    Model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning).
Langkah-langkah dalam model inkuiri terdiri atas:
1.      Observasi/Mengamati berbagi fenomena alam.
2.      Mengajukan pertanyaan tentang fenomana yang dihadapi.
3.      Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban.
4.      Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan.
5.      Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis,

2.    Model pembelajaran Discovery (Discovery Learning).
Langkah-langkah pembelajaran Discovery learning
1.      Stimulation (memberi stimulus).
2.      Problem Statement (mengidentifikasi masalah).
3.      Data Collecting (mengumpulkan data).
4.      Data Processing (mengolah data).
5.      Verification (memferifikasi).
6.      Generalization (menyimpulkan).

3.    Model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning) dan
Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya melalui langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
1.      Mengorientasi peserta didik pada masalah.
2.      Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran.
3.      Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok.
4.      Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
5.      Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah.

4.    Model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Langkah pembelajaran dalam project based learning adalah sebagai berikut:
1.        Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.
2.        Mendesain perencanaan proyek.
3.        Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
4.        Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
5.   Menguji hasil. Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.

Dari artikel diatas tersirat tiga pertanyaan.
1.   Dari artikel diatas Apakah model pembelajaran khas sains ini bisa diterapkan di sekolah yang memiliki siswa kurang dari 10 siswa?
2.    Model pembelajaran adalah krangka dalam sebuah proses pembelajaran, apa yang anda lakukan jika krangka pembelajaran tersebut tidak berjalan dengan baik saat mengajarkan pembelajaran sains?
3.      Dalam pembelajaran biasa guru terkendala dengan langkah-langkah dari model yang iya gunakan, dari 4 model pembelajaran model mana yang langkah-langkahnya paling mudah anda terapkan di RPP dari 4 model diatas??
 



Komentar

  1. Terimakasih ulasannya pak. Singkat dan padat..
    Menanggapu pertanyaan pertama,menurut saya bs saja model2 ini diterapkan dengan keterbatasan siswa. Kita tau bahwa model2 tersebut adalah model abad 21 yg berpusat pada siswa,tentunya sebagian besar kita harus membagi siswa dalam kelompok2. Model2 diatas adalah model yg fleksibel. Kita bagikan saja siswa dalam beberapa kelompok kecil yg mempunyai tingkat pemahaman yg setara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Selama kita berusaha dan mencoba maka tidak ada yg tidak mungkin dalam pbm, termasuk keterbatasan siswa.terimakasih

    BalasHapus
  2. Terimakasih ulasannya pak. Singkat dan padat..
    Menanggapu pertanyaan pertama,menurut saya bs saja model2 ini diterapkan dengan keterbatasan siswa. Kita tau bahwa model2 tersebut adalah model abad 21 yg berpusat pada siswa,tentunya sebagian besar kita harus membagi siswa dalam kelompok2. Model2 diatas adalah model yg fleksibel. Kita bagikan saja siswa dalam beberapa kelompok kecil yg mempunyai tingkat pemahaman yg setara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Selama kita berusaha dan mencoba maka tidak ada yg tidak mungkin dalam pbm, termasuk keterbatasan siswa.terimakasih

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 1.
    Kalau menurut saya bisa model khas sains ini diterapkan di sekolah yang memiliki keterbatasan siswa.Kalau menurut saya tidak semua model pembelajaran di abad 21 ini harus belajar berkelompok, ada juga belajar secara mandiri atau pribadi jika di harus mengunakan model yang belajar kelompok kita bisa membagi siswa dalam kelompok kecil dalam pembelajaran dan bagi saya lebih mudah untuk memantau siswa.
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. Jika dilihat dari ke empat pembelajaran yang telah dipaparkan oleh penyaji menurut komentator yang paling mudah dilakukan oleh guru untuk di terapkan kedalam RPP adalah Inquiry Based Learning karna langkah-langkahnya yaitu Observasi/Mengamati berbagi fenomena alam, Mengajukan pertanyaan tentang fenomana yang dihadapi, Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban, Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, dan Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis.

    Salam
    AgungLaksono

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor 2. Dalam pembelajaran abad 21, guru cenderung berperan sebagai pembimbing. Maka dalam prosesnya, bila kurang pas guru boleh memberikan masukan dengan cara yang kreatif,.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum,menurut pendapat saya model pembelajaran ini dapat dilakukan dengan jumlah siswa sedikit karena yang dituntut dalam proses pembelajaran ini adalah student center dan pembelajaran bermakna

    BalasHapus
  7. Jika model pembelajaran tersebut tidak berjalan dengan baik saat mengajarkan pembelajaran sains, mungkin perlu kita evaluasi kembali, baik dari kta sebagai pendidik, materi yang kita ajarkan apakah sesuai dengan model pembelajaran , kemudian kondisi siswa apakah cocok diajarkan dengan model pembelelajaran yang kita gunakan.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  8. saya akan mencoba menjawab pertanyaan Apakah model pembelajaran khas sains ini bisa diterapkan di sekolah yang memiliki siswa kurang dari 10 siswa?
    menurut saya model pembelajaran tersebut bisa diterapkan dengan jumlah siswa sedikit, bisa dengan membaginya mnjdi kelompok kecil, dg jumlah siswa yg sedikit guru lebih mudah memanagemnt siswa dan efesiensi wktu. terimakasih ^_^

    BalasHapus
  9. Langkah yang akan saya lakukan sebagai guru jika kerangka pembelajaran tidak berjalan sesuai rencana maka akan saya perbaiki dalam bentuk refleksi.
    Dari refleksi ini kita akan mengetahui kekurangan kita dlm mengajar dan memperbaikinya untuk materi yg berbeda guna meningkatkan hasil belajar siswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

pembelajaran sains abad 21