MODEL QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS
1. PENGERTIAN
MODEL QUANTUM
model Quantum Teaching adalah model yang digunakan
dalam rancangan, penyajian dalam belajar yang dirangkai menjadi sebuah paket
yang multi sensoris, multi kecerdasan, dan kompatibel dengan otak, mencakup
petunjuk yang spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif,
merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar. Segalanya
dari lingkungan kelas hingga bahasa
tubuh, dan kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran semuanya
mengirim pesan tentang belajar, semua yang terjadi dalam perubahan kita
mempunyai tujuan, otak berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang
akan digerakkan rasa ingin tahu, sehingga proses belajar paling baik terjadi
jika siswa telah mengalami informasi sebelum memperoleh nama untuk apa mereka
pelajari, siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri
mereka, perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan
asosiasi dengan belajar (DePorter, 2000:38).
2. Tujuan model quantum adalah sebagai
berikut:
Ø untuk menciptakan
lingkungan belajar yang efektif.
Ø menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
Ø menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang
dibutuhkan oleh otak.
Ø untuk
membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir dan untuk membantu
mempercepat dalam pembelajaran
3. Selain itu Quantum Teaching juga memiliki lima
prinsip, atau kebenaran tetap. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
1. Segalanya berbicara artinya segala
dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh, rancangan pelajaran semua
mengirimkan pesan tentang belajar;
2. Segalanya bertujuan artinya semua
yang terjadi dalam pengubahan mempunyai tujuan;
3. Pengalaman sebelum pemberian nama
artinya proses belajar yang paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami
informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa mereka mempelajarinya;
4. Mengakui setiap usaha artinya pada
saat siswa belajar, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan
kepercayaan diri mereka;
5. Jika layak dipelajari, maka layak
pula dirayakan artinya perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan
meningkatkan sikap positif siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
4.
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran melalui konsep Quantum Learning dengan cara:
1. Kekuatan
Ambak
Ambak adalah motivasi yang didapat
dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan.
Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan adanya motivasi maka
keinginan untuk belajar akan selalu ada. Pada langkah ini siswa akan diberi
motivasi oleh guru agar siswa dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat
atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang dilaluinya dalam hal ini
adalah proses belajar.
2. Penataan
lingkungan belajar
Dalam proses belajar dan mengajar
diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman,
dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa
yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah
kebosanan dalam diri siswa.
3. Memupuk
sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan
untuk lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan
segan-segan untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil
dalam belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai
materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
4. Bebaskan
gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang
dipunyai oleh siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan
kinestetik. Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan
dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5. Membiasakan
mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami
sebagai aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa
mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara
dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti
oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6. Membiasakan
membaca
Salah satu aktivitas yang cukup
penting adalah membaca. Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan
kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru
hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku
yang lain.
7. Jadikan anak
lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang
ingin tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang
baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.
8. .
Melatih kekuatan memori
Kekuatan memori sangat diperlukan
dalam belajar anak, sehingga siswa perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan
memori yang baik.
5.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL QUANTUM
Kelebihan model pembelajaran :
1. Dapat membimbing peserta didik kearah berfikir yang
sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
2. Karena Quantum Teaching lebih melibatkan siswa,
maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal
yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati
secara teliti.
3. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak
memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
4. Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan
menyenangkan.
5. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati,
menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya
sendiri.
6. Karena model pembelajaran Quantum Teaching
membutuhkan kreativitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan bawaan
siswa untuk belajar, maka secara tidak langsung guru terbiasa untuk berfikir
kreatif setiap harinya.
7. Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima
atau dimengerti oleh siswa.
Kekurangan Model Pembelajaran
1. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang
matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa
mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
2. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang
memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
3. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati
usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll.
Maka dapat mengganggu kelas lain.
4. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
5. Model ini memerlukan keterampilan guru secara
khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
6. Agar belajar dengan model pembelajaran ini
mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun
kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang
diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
Dari penjelasan diatas maka penulis memberikan pertanyaan:
1.
Model quantum merupakan model yang
digunakan dalam rancangan, penyajian dalam belajar yang dirangkai menjadi
sebuah paket yang multi sensoris, multi kecerdasan, dan kompatibel dengan otak,
mencakup petunjuk yang spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang
efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar.
Yang jdi pertanyaan setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda bagaimana
seorang guru dalam menerapkan model quantum?
2.
Dalam menggunakan model quantum guru
harus memiliki keterampilan khusus “pengelaman” dalam proses pembelajaran,
apakah model ini bisa digunakan/diterapkan jika guru tersebut merupakan
pengajar muda?
3.
Model ini memerlukan
banyak waktu, sedangkan dalam pembelajaran guru dituntun/dikejar waktu. Kapan
model quantum bisa diterapkan?
Assalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
Kalau menurut saya bisa. Tergantung apakah guru muda tersebut bisa menyesuaikan dengan pembelajaran model kuantum.karena disini dituntut guru itu kreatif dan memiliki pengalaman.Karena setiap org itu memiliki ketampilan masing2.
Terima kasih
Terimakasih ulasannya.. Terkait pertanyaan terakhir yang merupakan salah satu kekurangan dari model ini yaitu model ini memerlukan banyak waktu, lalu kapan bisa diterapkan? Menurut saya model ini dapat diterapkan saat jam pelajaran lebih panjang. Misalnya guru dapat change waktu dengan guru lain agar pembelajaran bs terselesaikan. Solusi lain adalah kita mempercepat proses pembelajaran namun kita tau resikonya adalah krtidak efektifan proses pembelajaran.
BalasHapus
BalasHapusMenanggapi soal no 2.
Kalau menurut saya, bisa saja jika guru atau pengajar muda ini ingin menerapkan model kuantum. Walau kita ketahui bahwa pengalamannya tidak sebanyak pengalaman guru senior.
Di situlah di tuntutnya seorang guru yang profesional, dia harus kreatif dan memanfaatkan pengalamannya yang sedikit itu, untuk bisa menerapkan pembelajaran kuantum, yang memiliki keterampilan khusus "pengalaman".
Selain itu pengajar muda juga harus banyak mengikuti pelatihan pelatihan, dan banyak bertanya pada guru guru senior, dengan demikian, para pengajar muda ini tidak akan tertinggal jauh dari guru guru senior, dalam hal pengalaman.
Seorang guru Muda dapat menjalankan model Quantum, dalam rangka belajar untuk menjadi berpengalaman, guru lain yang berpengalaman untuk meninjau apakah berjalan dengan baik atau tidak. namun yang harus dipertimbangkan ialah saat guru tersebut mengerti secara literasi teori dan plaksaanaan model Quantum tersebut. dan menjalankan sintaknya sesuai dengan yng telah dirumuskan maka akan lebih baik saat menjalankan Model Quantum ini apabila sudah berpengalaman menjalankanya.
BalasHapusSalam
Agung Laksono
Assalamualaikum wr wb
BalasHapussaya menanggapi pertanyaan no 3.
menurut saya model quantum ini dapat dilaksanakan pada jam pelajaran yang lebih dari1xJp. untuk mengefesienkan waktu setidaknya guru dapat memperkirakan waktu yang diperlukan pada setiap tahap model pembelajaran dengan tepat yang dituangkan dalam RPP. Pada pelaksanaannya guru berusaha untuk disilpin terhadap waktu dan tetap mengawasi dan membatasi proses pemblajaran agar tidak keluar datri opik pembelajaran.
sharing untuk pertanyaan nomor satu. dalam kuantum belajar yang dirangkai menjadi sebuah paket yang multi sensoris, multi kecerdasan, dan kompatibel dengan otak, mencakup petunjuk yang spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar. bagaimana guru menerapkannya adalah dengan mengoptimalakan langkah tandur, pada saat proses itulah guru bisa membangun seluruh aspek kecerdasan siswa. ada yang cerdas dalam mengamati, ada yang cerdas dalam bekerjasama dan ada yang cerdas dalam berkomunikasi nah hal2tersebut lah yang diaamati guru ketika menjalankan pembelajaran kuantum ini
BalasHapusAssalamualaikum, saya akan menanggapi pertanyaan kedua yaitu " Dalam menggunakan model quantum guru harus memiliki keterampilan khusus “pengelaman” dalam proses pembelajaran, apakah model ini bisa digunakan/diterapkan jika guru tersebut merupakan pengajar muda?" Menurut saya model ini bisa diterapkan oleh pengajar muda dengan cara belajar terlebih dahulu bagaimana kriteria,sintaks, strategi yang harus dilakukan dalam model pembelajaran Quantum ini.Dengan terus menambah ilmu dengan guru senior, teman sejawat yang telah melakukan dan mengikuti pelatihan-pelatihan. Tentunya guru muda pun akan memiliki pengalaman yang lebih baik pula
BalasHapus